BIOS (Basic Input Output System)
BIOS atau Basic Input Output System adalah suatu piranti memori pada sebuah PC (personal Computer) yang berfungsi untuk mengintegrasikan seluruh device pendukung yang terdapat pada PC tersebut.
Berikut akan dijelaskan lebih jauh mengenai BIOS.
v Eksplorasi BIOS
Tampilan Award BIOS
1. Standard BIOS Setup
Standard CMOS Setup
Date
Di
sini Anda harus men-setting tanggal yang sesuai untuk real time clock.
Time
Di
sini setting-lah waktu yang tepat untuk real time clock. Sebuah real time clock
yang salah disettings dapat saja menimbulkan masalah, misalnya jika real time
clock itu diminta oleh sebuah online-banking-software sebagai kriteria
plausibilitas (kewajaran).
Selain
itu apabila Anda ingin mengetahui apakah BIOS Anda dapat mengatasi masalah
tahun 2000 (Y2K) yang telah dikenal, maka settinglah tanggalnya menjadi tanggal
31.12.1999 dan jamnya menjadi 23:57.
Simpanlah
settings tersebut dan kemudian matikan komputernya. Setelah lima menit berlalu
Anda dapat men-startup komputer itu kembali dan memeriksa tanggalnya dengan
bantuan perintah date yang ada di dalam DOS-mode. Jika sekarang yang tercantum
adalah tanggal 1.1.2000, maka semuanya beres yang mana pada versi-versi BIOS
mulai pertengahan tahun 1995 biasanya seperti itu.
Jika
tidak maka Anda kemungkinan harus mencari sebuah BIOS-Update. Setidaknya jika
Anda merencanakan untuk tetap menggunakan komputer tersebut di dalam tahun 2000
untuk mengakses data yang sensitif dengan Y2K.
Harddisk
Digunakan
untuk mengubah setting untuk harddisk. Semua channel IDE dapat dikonfigurasikan
di sini, mulai dari primary master, primary slave, sampai secondary slave.
Kolom "Type" digunakan
untuk menentukan parameter yang akan digunakan harddisk Anda. BIOS sudah
memiliki 46 konfigurasi yang sudah tersimpan. Pilihan "None" berarti tidak ada harddisk yang terpasang. Jika
Anda hanya menggunakan harddisk SCSI pilihlah "None" di seluruh channel yang ada. "Auto" berarti akan membuat BIOS melakukan auto deteksi
ketika proses booting dilakukan. Proses auto deteksi ini akan terus dilakukan
setiap kali komputer Anda melakukan booting. Pilihan ini baik dilakukan jika
Anda sering membongkar/pasang harddisk. Pilihan "User" akan memberi anda keleluasaan untuk mengubah
parameter harddisk secara manual, masukkanlah parameter yang diberikan oleh
harddisk ke dalam kolom-kolom yang ada. Kolom-kolom lain digunakan untuk
memasukkan data jumlah cylinder, jumlah head, jumlah SPT (sector per track),
LZone (landing zone) dan tipe translasi (Normal, Large, LBA). Saat ini hampir
seluruh harddisk berukuran besar (di atas 528 MB) menggunakan mode translasi
LBA. Pilihlah "Auto" pada
kolom "Mode".
Drive A, Drive
B
Bagian
ini dapat digunakan untuk mengkonfigurasikan floppy disk yang Anda gunakan.
Pilihan yang ada akan menentukan ukuran dan kapasitas yang digunakan. Ukuran
yang tersedia adalah 3,5" dan 5,25" sedangkan kapasitasnya bervariasi
mulai dari 360K, 720K, 1.2M sampai 2.88M. Pilihlah "None" jika tidak ada disk drive yang terpasang. Pada
beberapa BIOS-setup terdapat pilihan untuk Floppy Mode 3. Floppy ini adalah
floppy disk drive yang biasa digunakan di Jepang yang merupakan disket
berukuran 3.5" dengan kapasitas 1.2M.
Video
Setting
ini berhubungan dengan jenis kartu grafik, jadi biasanya "EGA/VGA".
Pilihan lain yang ada adalah CGA40, CGA80 atau MONO.
Halt On
Menentukan
apa yang akan menyebabkan PC Anda akan berhenti bekerja (halt). Pilihan "All Errors" merupakan pilihan
yang biasa digunakan dan akan menyebabkan PC Anda berhenti jika terjadi
kesalahan di segala komponen. Pilihan "All,
But Keyboard" akan mengabaikan kesalahan akibat keyboard.
Pilihan-pilihan lain yang ada yaitu "No
Errors", "All, But Diskette" dan "All, But Disk/Key".
Memory
Ini
adalah bagian informasi memori yang terpasang pada PC Anda. Base memory umumnya
berukuran 640KB, sisanya akan menjadi Extended Memory. Jika ditambahkan dengan
Other Memory akan menghasilkan total memori yang terpasang dan ditampilkan pada
bagian "Total Memory".
2. BIOS Features Setup
BIOS Features Setup
Virus Warning
Digunakan
untuk mencegah terjadinya penulisan ke tabel partisi harddisk. Hal ini biasa
dilakukan oleh virus untuk memperbanyak dirinya. Untuk mencegah penyebaran
virus dan ketika akan melakukan instalasi sistem operasi baru, pilihlah "disabled". Pada keadaan "enabled", ketika akan ada
penulisan ke tabel partisi maka akan ditampilkan pesan dalam mode teks. Ketika
pesan ini muncul Anda dapat menjawab "Yes"
jika Anda mengijinkan penulisan tersebut dan menjawab "No" untuk mencegah penulisan itu.
CPU Internal
Cache
Digunakan
untuk meng-enable/disable CPU Internal Cache (cache-memory level 1). Cache
memory level 1 umumnya berukuran 16 sampai 64 KB, separuh untuk data dan
separuhnya lagi untuk kode perintah. Pastikan pilihan ini berada pada kondisi "enabled".
External Cache
Digunakan
untuk meng-enable/disable External Cache (cache-memory level 2). Umumnya
berukuran 512KB, tapi ada juga yang berukuran 64KB (untuk 386), 128KB (untuk
486 dan Celeron seri A), 512 KB (untuk Pentium dan Pentium II), 1 MB (untuk
Intel Xeon dan sebagian motherboard kelas Pentium). Seperti CPU Internal Cache,
pastikan berada pada kondisi "enabled".
Kemungkinan
terdapat sebuah pilihan "External
Cache Write Mode". Di sini dapat ditentukan apakah akses tulisakan
selalu langsung mendarat baik di dalam cache maupun di dalam main memory atau
mula-mula akan dibuffer di dalam cache untuk kemudian secara per blok akan
dimasukkan ke dalam main memori. Yang terakhir disebutkan ini disebut "Write Back" sebagai pengganti
"Write Through" dan
memberikan sedikit penambahan kecepatan.
Quick Power On
Self Test
Proses
Power On Self Test (POST) adalah proses pemeriksaan komponen-komponen PC pada
saat komputer melakukan cold boot (ketika baru dinyalakan atau setelah Anda
tekan tombol reset). Dalam proses ini antara diperiksa integritas memori,
kesiapan card-card, dsb. Jika Anda pilih "disabled"
maka proses akan dilakukan lebih lama dan lebih komplit seperti pemeriksaan
memori dilakukan sampai 3 kali. Sedangkan jika Anda pilih "enabled" maka proses akan dilakukan dalam waktu yang lebih
singkat.
Jika
Anda memilih "enabled",
beberapa harddisk lama dan CD-ROM belum mencapai keadaan "siap kerja"
ketika proses POST selesai dilaksanakan. Akibatnya harddisk atau CD-ROM Anda
akan dilaporkan mengalami kesalahan ketika POST selesai. Jadi, jika Anda
mengalami masalah harddisk seperti ini, coba ubahlah pilihan ini menjadi "disabled".
Boot Sequence
Digunakan
untuk menentukan urutan proses booting yang akan dilakukan. Jika Anda hanya
akan booting dari harddisk pilihlah "C,A,SCSI"
atau "C Only". Jika suatu
saat Anda membutuhkan booting dari disket (misalkan ketika akan melakukan
instalasi sistem operasi FreeBSD UNIX) Anda dapat mengubahnya menjadi "A,C,SCSI". Sedapat mungkin
Anda tidak membuat pilihan "A,C,SCSI"
menjadi permanen, karena jika suatu saat secara tak sengaja meletakkan disket
bervirus di drive A dan Anda melakukan booting dari drive A, maka PC Anda akan
memiliki kemungkinan untuk ditulari virus. Beberapa BIOS memberikan pilihan
untuk booting dari ZIP-drive, LS120-drive serta dari LAN (Local Area Network).
Swap Floppy
Drive
Dapat
digunakan untuk menukar posisi drive A dan drive B. Jika Anda buat menjadi "enabled" maka drive A akan
menjadi drive B dan sebaliknya. Dengan demikian Anda dapat melakukan booting
tidak hanya dari satu drive, melainkan dari dua disk drive.
Boot Up Floppy
Seek
Apabila
pilihan ini berada di posisi "enabled",
maka pada saat booting BIOS akan mencari tahu apakah yang dipergunakan adalah
floppy drive 40 track yang lama atau 80 track yang baru dengan cara
menggerakkan head-nya ke suatu track di atas track 40. Buatlah menjadi "disabled" untuk mempercepat
booting.
Floppy Disk
Access Control
Pilihan
ini digunakan untuk menentukan hak akses yang diberikan ke floppy disk. Pilihan
yang ada adalah "Read Only"
dan "R/W". Pilihan "Read Only" akan menyebabkan
floppy disk Anda hanya dapat dibaca tanpa bisa ditulis. Pilihan ini dapat
digunakan untuk proteksi agar data dari PC Anda tidak dapat disalin ke luar
melalui disket. Sedangkan pilihan "R/W"
adalah keadaan normal, dimana proses baca dan tulis floppy disk diijinkan.
Boot Up
Numlock Status
Apabila
dibuat "enabled", maka BIOS
akan mengaktifkan fungsi numlock pada extended At-keyboard pada saat booting.
Dengan demikian maka blok tombol yang ada di sebelah kanan akan bekerja sebagai
tombol angka dan bukan tombol kursor.
Boot Up System
Speed
Menentukan
keadaan PC ketika boot up. Jika pilihan ini tidak ada maka keadaannya adalah "high". Kondisi "low" digunakan untuk
memperlambat PC, dilakukan antara lain dengan mematikan cache memory.
Gate A20
Option
Menentukan
keadaan dari jalur A20 (address bus, jalur nomor 20). "Normal" merupakan metode yang telah lama dengan
menggunakan keyboard controller, sedangkan "Fast"
adalah metoda yang berlaku sekarang ini dan lebih cepat dengan menggunakan
chipset.
Typematic Rate
Setting
Apabila
dibuat "enabled", maka
pilihan-pilihan berikut ini, yaitu "Typematic
Rate (Chars/sec)" dan "Typematic
Delay (msec)" dapat Anda ubah. Pilihan pertama menentukan berapa
banyak karakter yang akan dikirimkan tiap detik ketika dideteksi adanya
penekanan tombol berulang. Sedangkan pilihan kedua menentuan berapa lama sebuah
tombol ditekan agar dianggap sebagai penekanan tombol berulang.
Security
Option
Digunakan
untuk menentukan kapan password akan ditanyakan. Pilihan "Setup" akan menyebabkan password akan ditanya ketika
BIOS-setup dijalankan sedangkan pilihan "System"
akan menyebabkan password akan ditanyakan setiap kali PC melakukan booting.
PS/2 Mouse
Function Control
Apabila
dibuat menjadi "Auto", maka
pada saat booting BIOS akan mencari sebuah PS/2-Mouse. Apabila PS/2-Mouse tidak
dapat ditemukan, maka IRQ 12 akan dibebaskan untuk komponen lain yang
memerlukan. Dengan "disabled"
maka tidak akan dilakukan pengecekan tersebut.
PCI/VGA
Palette Snoop
Pilihan
standarnya adalah "disabled".
Tapi jika Anda menggunakan MPEG card pada slot ISA dan mengalami kesalahan pada
palet warna maka ubahlah menjadi "enabled".
OS Selector
for DRAM > 64 MB
Jika
Anda menggunakan OS/2 Warp dan memiliki memori lebih dari 64 MB maka buatlah menjadi
"enabled", tapi jika Anda
tidak menggunakan OS/2 Warp atau memori Anda lebih kecil dari 64 MB ubahlah
menjadi "disabled".
System/Video
BIOS Shadow
Pada
keadaan "enabled" maka isi
ROM BIOS sistem dan video yang lambat akan dishadow (disalin) ke RAM yang lebih
cepat sehingga akses ke BIOS menjadi lebih cepat. Tapi saat ini, pilihan ini
kadang-kadang tidak ada lagi di BIOS karena sudah dilakukan secara otomatis.
Proses
shadow ini sangat mempengaruhi sistem operasi DOS dan aplikasi-aplikasinya.
Sedangkan sistem operasi lain seperti Windows 9x sudah melakukannya secara
langsung melalui driver-drivernya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar